KHOZINATUL ASROR 001 MUQODDIMAH 01
KAJIAN KITAB KHOZINATUL ASROR 001
"SEKAPUR SIRIH”
Sebuah kitab kontemporer yang disusun oleh Sayid Syekh Muhammad Haqqi An-Nazili dalam menyusun karyanya Khazinatul Asrar yang artinya "Gudangnya Rahasia" beliau melihat keadaan disekitarnya banyak dari kaum muslimin, baik di negara-negara Arab dan negara-negara Islam lainnya telah meninggalkan al-Qur’an sebagai wiridnya. Mereka lebih memilih untuk mewiridkan susun dari guru-guru mereka meskipun mereka tidak mendapatkan pendidikan dari guru tersebut secara langsung. Mereka melakukan hal itu karena meyakini akan keramat yang dimiliki oleh penyusun wirid tersebut. Ada pula yang termotifasi oleh nasehat seorang syaikh, Sebagian lagi karena berpegang teguh dengan apa yang ia dapatkan dari sebuah mimpi, bertemu dengan Nabi ﷺ.
Kyai Muallif : Sayyid Muhammad Haqqi an-Nazili menyusun kitab Khazinatul Asror adalah, beliau melihat bahwasanya banyak kaum muslimin, baik di negara-negara arab atau pun rum, sudah banyak yang meninggalkan al-Qur’an sebagai wiridnya. Mereka lebih memilih untuk mewiridkan wirid-wirid yang di susun oleh para masyayikh meskipun mereka tidak mendapatkan tarbiyyah dari syaikh tersebut.
Sebagian mereka melakukan hal tersebut karena meyakini keramat yang dimiliki oleh penyusun wirid itu. Sebagian karena termotifasi oleh nasehat seorang syaikh pada zaman tersebut. Sebagian lagi karena berpegang teguh dengan apa yang ia dapatkan dari sebuah mimpi, yang dalam mimpi tersebut, penyusunnya bertemu dengan Nabi shalallahu’alaihi wasallam.
Hal ini sebagaimana yang telah disampaikan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah. Adapun orang yang membaca Al-Qur’an, menjadikannya sebagai wirid maka ia akan mendapatkan pahala meskipun ia tidak faham apa yang dibacanya. Hal ini berbeda dengan doa-doa atau wirid yang lain, bilamana seseorang membacanya ia tidsk akan mendapat pahala kecuali ia faham akan maksud dan maknanya.
Syaikh Muhammad Haqqi an-Nazili mengibaratkan, orang yang lebih memilih mewiridkan dan mengalahkan al-Qur’an, laksana orang yang lebih memilih batu akik dan membuang batu yaquth. Padahal wirid yang berasal dari mimpi tersebut tak ada satu pun hadits yang menjelaskan keutamaannya, juga tidak ada pula ijma’ Ulama mengenai hal tersebut. Adapun mengenai sebuah mimpi yang di alami oleh seorang syaikh, tidak bisa dijadikan hujjah apalagi dalil. Seseorang yang mewiridkan sesuatu yang bukan dari al-Qur’an tersebut, tidak akan mendapatkan ganjaran, kecuali ia faham atas apa yang ia baca.
-﴿خَزِيْنَةُ اْلأَسْرَارِ﴾-
الحمد لله الذى علم القرآن. خلق الإنسان علمه البيان. وفضل حبيبه على الرسال بإنزال القرآن. وكرم أمته على سائر الأمم بتلاوة القرآن. والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله بعدد أسرار القرآن.
Segala puji bagi Allah Dzat yang telah mengajarkan Al-Qur’an. Dzat yang menciptakan manusia dan mengajarinya denagn ilmu bayan. Dzat yang memuliakan kekasih-Nya daripada utusan lain dengan menurunkan Al-Qur’an. Dzat yang memuliakan umatnya (umat Muhammad ﷺ) dari pada umat-umat nabi lain dengan bacaan Al-Qur’an.
Semoga kesejahteraan dan keselamatan selalu terlimpahkan kepada junjungan kami nabi Muhammad ﷺ beserta keluarga sebanyak rahasia-rahasia Al-Qur’an.
(وبعد) فإن القرآن العظيم فى غاية طبقات الفصاحة والبلاغة وأقصى الدرجات العظمى وأعلى النهاية لقوله تعالى (أَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْآن) ولو كان من عند غير الله لوجدوا فيه اختلافا كثيرا. ولقوله تعالى (قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ اْلِإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوْا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُوْنَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضَهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْرًا. ولقوله تعالى (وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِى هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ) ولقوله تعالى (وَتِلْكَ اْلأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِـمُوْنَ) وفى أعلى الـمراتب وأعظم الفوائد وأحسن اللطائف وأكمل الخفايا وأفضل الخصائص وأكثر الـمنافع وأبهى الـمزايا ولا ينتهى أحد إلى كنه أسراره العجيبة ومعانيه العديدة وفوائده الكثيرة وفضائله العظيمة لقوله تعالى(قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِـمَاتِ رَبِّى لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتِ رَبِّى وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا. ولقوله تعالى )وَلَوْ أَنَّمَا فِى اْلأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِذَتْ كَلِمَاتُ اللهِ.
Setelah bacaan basmalah, hamdalah dan sholawat, sesungguhnya Al-Qur’an menggunakan gaya sastra bahasa yang sangat tinggi, mengamalkannya akan mendapat derajat luhur, derajat tertinggi seperti firman Allah yang atinya “Maka apakah mereka tidak memperhatkan Al-Qur’an? ” (Muhammad : 24)
Walaupun telah banyak orang baik dari golomgan jin dan manusia berusaha untuk membuat ayat atau apalah itu, demi menandingi Al-Quran namun mereka malah saling berselisih.
Firman Allah “Katakanlah, Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain” (Al-Isro’ : 88)
Firman Allah dalam surat Az-Zuma ayat 27 yang artinya “Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini Setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran” (Az-Zumar : 27).
Firman Allah yang artinya “dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” (Al-Ankabut : 43)
Dan disamping mendapat derajat yang tinggi disana ada beberapa faedah, ada kebaikan-kebaian yang lembut, lebih sempurna-sempurnanya rahasia yang disamarkan, ada keutamaan yang khusus, ada beberapa banyak manfaat dan indahnya perhiasan yang mana tidak satupun orang yang pernah meyentuh terhadap rahasia yang ajaib itu serta maknanya yang indah, juga keutamaan yang agun seperti Firman Allah dalam srat al-Isro' yang atinya “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)" (Al-Isro’ : 109)
Firman Allah dalam surat Luqman ayat 27 yang artinya : “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah”
<<SELENGKAPNYA>>
0 Response to "KHOZINATUL ASROR 001 MUQODDIMAH 01"
Post a Comment